Jude Bellingham

Bintang Swiss Kwadwo Duah Sebut Gol Xherdan Shaqiri Lebih Bagus dari Jude Bellingham

Penyerang Swiss Kwadwo Duah menyebut gol cantik dari Xherdan Shaqiri melawan Skotlandia lebih bagus dari gol spektakuler yang dicetak Jude Bellingham saat melawan Slovakia.

Shaqiri mencetak gol tersebut pada babak grup, di mana pemain 32 tahun tersebut menerima bola di luar kotak penalti. Tanpa mengontrol bola, ia langsung tembakan melengkung melewati penjagaan kiper Skotlandia Angus Gunn.

Di sisi lain, gol Bellingham berhasil menyelamatkan Inggris dari kekalahan melawan Slovakia pada babak 16 besar. Dengan beberapa detik tersisa, pemain Real Madrid 21 tahun tersebut melepaskan tembakan akrobatik dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan. Skuad asuhan Gareth Southgate tersebut lalu lolos lewat gol Harry Kane pada babak pertambahan waktu.

Baca juga:

Swiss tampil gemilang sepanjang turnamen dengan mengalahkan Hungaria, dan menahan imbang Skotlandia dan Jerman di babak grup. Lalu tampil dominan dengan mengalahkan juara bertahan Italia untuk merebut tiket ke babak perempat final.

Kedua tim tersebut akan bertemu di babak delapan besar di Merkur Spiel-Arena, Düsseldorf, Sabtu (6/7) malam WIB.

Dalam jumpa pers sebelum pertandingan tersebut, Duah membandingkan dua gol cantik tersebut.

“Gol Xherdan Shaqiri lebih bagus. Lebih sulit mencetak gol dibandingkan Bellingham. Jadi itu lebih bagus,” kata Duah.

“Itu adalah gol yang sangat membantu kami. Shaqiri telah mencetak banyak gol indah. Dan, sekali lagi saya katakan, golnya lebih bagus.”

Inggris sendiri tampil mengecewakan di Jerman. Dengan hanya meraih satu kemenangan dalam 90 permainan, saat melawan Serbia pada laga pertama di babak grup. Setelah itu mereka ditahan imbang Denmark dan Slovenia.

Lalu pada babak 16 besar, Inggris tertinggal lebih dulu, sebelum menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit-menit akhir dan pertandingan berakhir 1-1 pada 90 menit.

Baca juga:

Karena performa buruk tersebut, banyak yang mendesak pelatih Inggris, Gareth Southgate, untuk memainkan pemain Chelsea, Cole Palmer.

Duah yang menyebut dirinya sebagai fans Chelsea, menyebut Palmer memiliki performa gemilang bersama the Blues pada musim lalu, dan heran mengapa pemain 22 tahun tersebut tidak menjadi starter selama Piala Eropa 2024.

“Tentu saja saya tahu sepak bola Inggris. Saya juga penggemar berat Chelsea. Idola saya Didier Drogba. Saya mengikuti sepak bola Inggris,” kata penyerang Ludogorets Razgrad ini.

“Saya tidak akan mengatakan saya penggemar Cole Palmer. Dia menjalani musim yang sangat bagus tahun lalu.”

“Saya juga bertanya-tanya mengapa dia tidak bermain. Karena statistiknya sempurna, menurut saya. Mari kita lihat apakah dia menjadi starter di musim ini. pekan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *