Toni Kroos & Leroy Sane

Leroy Sane Sebut Timnas Jerman Makin Kuat dengan Kembalinya Toni Kroos 

Leroy Sane menyebut tim nasional Jerman semakin kuat dengan kembalinya Toni Kroos di Piala Eropa 2024 ini.

Kroos kembali ke panggung internasional setelah lebih dulu pensiun pada 2021 lalu. Setelah berdiskusi dengan pelatih Tim Panser, Julian Nagelsmann, gelandang berusia 34 tahun ini sepakat untuk kembali ke timnas Jerman saat menjadi tuan rumah di Piala Eropa.

Piala Eropa 2024 ini akan menjadi arena terakhir bagi Kroos, yang telah mengumumkan akan pensiun baik di level klub dan internasional usai Piala Eropa ini.

Jerman tentu ingin menyabet gelar tersebut, apalagi dengan status sebagai tuan rumah. Akan menjadi kisah manis bagi Kroos yang menutup karier suksesnya dengan gelar juara.

Baca juga:

Kembalinya Kroos ke skuad Tim Panser sangat dirasakan oleh Sane, yang menyebut gelandang Real Madrid tersebut banyak membantu skuad Jerman yang tampil buruk sejak Piala Dunia lalu.

“Ya, saya pikir banyak hal [telah berubah dengan kembalinya Kroos]. Ketenangan. Kontrol,” kata Sane jelang laga perempat final Jerman melawan Spanyol pada Jumat (5/7).

“Saya pikir semua orang tahu kualitas apa yang dimiliki Toni, apa yang dia bawa ke dalam tim. Dan itu juga sangat membantu kami.”

Pada Piala Eropa edisi sebelumnya, Jerman gugur di babak 16 besar usai kalah dari Inggris. Hasil tersebut merupakan yang terburuk bagi Jerman sejak 2004 lalu.

Selain itu, Jerman yang menjadi juara Piala Dunia 2014, gugur di babak grup dalam dua edisi selanjutnya. Tim Panser pun mengalami beberapa pergantian pelatih, setelah lama dilatih oleh Joachim Low, Hansi Flick mengambil alih kursi panas, sebelum dipecat usai Piala Dunia 2022. Nagelsmann kini menukangi timnas Jerman sejak September 2023 lalu.

Sane yang masuk ke dalam skuad saat di masa-masa buruk tersebut, menyebut timnas Jerman memiliki masalah kestabilan. Apalagi saat Kroos absen pada Piala Dunia 2022.

“Saya pikir kami tidak cukup stabil sebelumnya,” jelas Sane.

“Itu hanyalah salah satu kelemahan terbesar kami. Dia sebenarnya telah menghilangkan kelemahan itu dari kita sejak awal.”

“Hanya karena ketenangan yang dia bawa pada dirinya sendiri, juga sebagai seorang pria. Sikap santai. Dan ya, itulah mengapa Anda dapat melihat saat ini bahwa segala sesuatunya berjalan sangat baik.”

“Kami semua sangat senang dia kembali dan membuat kami lebih kuat.”

Baca juga:

Kroos bermain dalam empat pertandingan Jerman di Piala Eropa kali ini. Jerman berhasil memuncaki Grup A dengan mengalahkan Skotlandia dan Jerman, lalu juga ditahan imbang Swiss.

Setelah Jerman menang 2-0 melawan Denmark, mereka akan menghadapi tim kuat Spanyol pada babak perempat final. Spanyol disebut sebagai tim terbaik pada turnamen kali ini.

“Saya pikir ini adalah dua tim [Jerman dan Spanyol] yang telah memainkan sepakbola terbaik di turnamen ini,” ujar Sane.

“Itulah sebabnya, seperti yang saya katakan sebelumnya, saya pikir ini pasti akan menjadi pertandingan yang sangat menarik bagi semua orang di dunia dan saya pikir semua orang menantikannya.”

Skuad asuhan Luis de la Fuente tersebut memiliki pemain sayap eksplosif di kedua sisi, pemain 16 tahun Lamine Yamal dan Nico Williams yang juga masih 21 tahun.

“Mereka adalah dua pemain yang sangat, sangat kuat, kuat saat menggiring bola untuk usia mereka, terutama bisa bermain sepak bola seperti itu pada usia 16 tahun [seperti Yamal] sangatlah mengesankan,” puji Sane.

“Menyenangkan menyaksikan pemain seperti itu karena saya bermain di posisi yang sama, saya memainkan tipe sepak bola yang serupa dan, ya, saya hanya menantikan duel tersebut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *