Kylian Mbappe

Kylian Mbappe Tegaskan Ingin Juara Piala Eropa Bersama Prancis

Kylian Mbappe menegaskan dirinya ingin menambah koleksi trofinya dengan memenangkan Piala Eropa 2024 bersama tim nasional Prancis.

Pemain berusia 25 tahun yang baru saja resmi menjadi pemain Real Madrid, sudah bergelimang gelar juara di level klub, dan juga level Internasional. Bersama Les Bleus, iya sudah memiliki titel Piala Dunia dan Nations League. Sementara itu, ia meraih berbagai gelar domestik bersama Paris Saint-Germain dan AS Monaco.

Gelar Champions League menjadi salah satu gelar yang belum diraihnya di level klub. Namun peluang tersebut kini terbuka lebar dengan bermain untuk Real Madrid, yang baru saja memenangkan gelar ke-15 di kompetisi elit Eropa tersebut.

Namun Mbappe, yang memiliki 79 caps dan 47 gol bersama tim nasional, fokus untuk membawa gelar Piala Eropa yang akan berlangsung di Jerman.

Baca juga:

“Saya ingin memenangkan Piala Eropa. Saya harus jujur,” kata Mbappe dalam wawancara dengan CNN. Ia akan menjadi turnamen internasional pertamanya sebagai kapten.

“Saya memenangkan Piala Dunia. Saya memenangkan Nations League. Hanya itu yang belum saya dapatkan setelah saya melakukan segalanya bersama tim nasional.”

“Saya sangat ingin memenangkan ini. Kompetisi pertama saya sebagai kapten, jadi ini sangat penting bagi saya dan selalu penting bagi negara dan kami ingin mereka bangga pada kami.”

“Ini kesempatan lain untuk menulis sejarah negara saya.”

Prancis merupakan salah satu favorit juara di Piala Eropa kali ini untuk meraih gelar juara yang terakhir kali diraih pada 2000. Apalagi melihat banyaknya pemain-pemain bintang dan tak sedikit pemain kelas dunia di bangku cadangan.

Namun laga pemanasan sebelum putaran final berakhir tidak sesuai harapan. Meski menang 3-0 atas Luxemburg, tim asuhan Didier Deschamps ini ditahan imbang 0-0 oleh Kanada. Mbappe pun hanya bermain pada 15 menit akhir pertandingan.

Meski tampil gemilang di Piala Dunia dengan dua kali mencapai final dalam dua edisi terakhir, termasuk menjadi juara pada 2018, rekor Deschamps di Piala Eropa tidak terlalu mentereng.

Les Blues hanya menjadi runner-up saat menjadi tuan rumah pada 2016 dan kalah dari Portugal di partai puncak. Lalu edisi terakhir Prancis pada babak 16 besar pada Piala Eropa 2020, usai kalah lewat adu penalti melawan Swiss, dengan Mbappe yang gagal menuntaskan tugasnya sebagai algojo terakhir.

Baca juga:

Situasi serupa terjadi ketika Prancis kalah lewat adu penalti pada final Piala Dunia 2022 melawan Argentina. Walaupun Mbappe berhasil menuntaskan tugasnya dari titik putih, dan mencetak hattrick dalam 120 menit pertandingan.

“Saya pikir kami harus melangkah maju,” kata Mbappe tentang final Piala Dunia 2022.

“Tentu saja, kami terluka, melihat bahwa Anda hampir mencapai sesuatu…Hampir secara berurutan. Sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang bersejarah.”

“Semua orang menyukai permainan ini kecuali kami. Kami tidak menyukainya, tapi itu bagian dari permainan.”

“Sekarang, ketika saya menonton video pertandingannya, saya menontonnya sambil tersenyum karena itu adalah bagian dari sejarah dan kami tahu apa yang harus kami lakukan jika kami kembali lolos ke final. Kami harus memainkan seluruh pertandingan dan tidak bereaksi.”

Selain Mbappe, Prancis memiliki banyak pemain kelas dunia, campuran pemain-pemain bintang dan pemain veteran. Antoine Griezmann, N’Golo Kante, dan Olivier Giroud masih dipercaya Deschamps untuk masuk ke starting XI. Lalu juga terdapat pemain-pemain muda seperti Bradley Barcola, William Saliba, dan Eduardo Camavinga. Jadi tidak heran Prancis digadang-gadangkan akan menjadi juara di Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *